Tips

SAAT ini terbatasnya uang sudah tidak relevan lagi sebagai alasan memiliki rumah berukuran kecil. Keterbatasan lahan, apalagi dikota-kota besar, menuntut masyarakat untuk berhemat dalam mendirikan rumah.
BAHKAN masyarakat di perkotaan cenderung ingin memiliki rumah yangpraktis dan multifungsi, tetapi tetap nyaman untuk ditinggali. Tidak mengherankan jika gaya minimalis kerap digandrungi sehingga rumah-rumah mungil pun tetap mempunyai seabrek fungsi. Living in the box, mungkin itulah ungkapan yang cocok.
Sebenarnya, masih sulit untuk mendefinisikan rumah mungil karena menurut Prima Haris, konsultan dan pengasuh rubrik konsultasi desain interior di tabloid Rumah, rumah seluas 135 meter persegi pun masihbisa disebut mungil. Belum lagi jika kita menilik kemampuan orang kayadan miskin dalam membangun rumah.
Akan tetapi, yang jelas dalam rumah mungil hanya terdapat fungsi pokok rumah. Kini rumah mungil tidak selalu berarti kaku, sumpek, dan sempit. Sebenarnya, rumah mungil dapat ditata dengan interior yang tepat agar nyaman dan terkesan luas.


PERTAMA,
jadikanlah rumah mungil sebagai cerminan gaya hidup kita. “Interior ialah jiwa yang punya rumah,” tuturHaris. Maksudnya, sesuaikanlah desain interior rumah kita dengan karakter dan gaya hidup kita sehari-hari.
Orang yang suka membawa pekerjaan ke rumah bisa saja menata ruang kerjanya sedikit berbeda dengan desain ruangan lainnya. Ini dilakukan agar mereka dapat bekerja senyaman mungkin.
Lain “si tukang kerja”, lain pula “si tukang mandi”. Misalnya,seorang seniman yang senang berlama-lama di kamar mandi karena kerap mendapat inspirasi di sana bisa menambahkan aksesori dan fungsi tambahan pada ruangan. Aksesori tambahan itu akhirnya bisa berfungsisebagai sarana untuk bekerja.


Kedua,
ruangan yang sempit dapat memberikan kesan yang luas jika kita mempertimbangkan pilihan warna cat,keberadaan cermin dan kaca, serta minimnya aksesori.
Warna senada atau yang masih satu turunan sebaiknya menjadi pilihan kita ketika mengecat rumah. Jadi jangan memilih warna-warna yang gelapkarena akan memberikan kesan sempit pada ruangan. Pilihlah warna yang dapat memberikan kesan ringan dan teduh.
Namun, patut diingat, pilihan warna cat ini pun harus disesuaikan dengan fungsi ruangan. Warna yang lembut dan ringan, seperti biru danungu, kurang cocok untuk ruangan belajar anak karena akan memberikan kesan teduh. Akibatnya, anak akan kurang bergairah belajar. Merah dan oranye, yang bersifat ceria serta riang, adalah contoh warna yang justru cocok untuk kondisi belajar anak.


Jika kita memiliki rumah yang mungil, sebaiknya pula memilih mebel yang kalem dan simpel. Mebel yang dipilih pun dianjurkan memiliki warna yang mendekati warna dinding sehingga tidak terkesan berat dan sempit.

Warna gelap biasanya cenderung terkesan mengarah mendekati kitasehingga ruangan tampak lebih sempit. Unsur- unsur alam, seperti pepohonan dan tanaman bunga, dapat pula ditambahkan untuk memberikankesegaran pada ruangan.
PEMANFAATAN ruang-ruang kosong yang ada di rumah untuk menaruh barang-barang merupakan faktor ketiga dari konsep 3 in 1. Misalnya,ruang di bawah wastafel yang biasa kosong dapat dimanfaatkan untukmenyimpan beberapa jenis barang.
Kemudian ruang kosong sekitar satu meter di bawah plafon pun dapat lebih difungsikan. Berburu ruang sisa.

Bagi yang ingin memasang wallpaper, pakailah yang bermotif dan berwarna ringan. Corak lekukan daun yang lebar-lebar,misalnya, justru bisa menyita pandangan. Warna polos dengan garis tipis-tipis dan kotak kecil-kecil malah dapat mengistirahatkan pandangan dan pikiran kita sehingga menjadi rileks.
Jarak lantai dan plafon pun tak luput jadi perhatian Haris. Jarak yang sempit di antara keduanya seolah mempersempit ruang gerak kita.Luasnya jarak antara lantai dan plafon justru membuat kita lebih leluasa bergerak dan sirkulasi udara pun lancar.
Bertambahnya anggota dan aktivitas keluarga, kebutuhan ruang, dan peningkatan kualitas hidup adalah beberapa di antaranya. Akan tetapi,yang perlu diingat dalam merenovasi adalah mengenali rumah kita terlebih dulu, menghitung kebutuhan ruang, dan menentukan skala prioritas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s